Kamis, 28 Februari 2019

Fenomena Selfie dan Dunia Fotografi Hari Ini

Fenomena Selfie dan Dunia Fotografi Hari Ini

Fenomena Selfie dan Dunia Fotografi Hari Ini
Kamis, 28 Februari 2019




Sudah berapa banyak swafoto atau selfie kamu seminggu ini?


Sebuah pertanyaan yang saya lempar pada akun instagram saya dengan memanfaatkan fasilitas polling. Pertanyaan tersebut bukan tanpa sebab. Selain ingin mengetahui seberapa narsis followers saya, pertanyaan tersebut sebagai bekal saya untuk menjadi moderator dalam diskusi sastra bulanan di Rumah Kreatif Suku Seni Riau pada Rabu 27 Februari 2019.


Menunggu pertanyaan tersebut direspon oleh followers, saya kemudian iseng mencari sudah berapa banyak pengguna instagram yang mengunggah foto selfie-nya. Saya melabeli kata selfie (#selfie) pada mesin pencari instagram dan menemukan 381 juta orang telah mengunggah foto dirinya sendiri. Hal yang sama saya lakukaan dengan melabeli kata swafoto (#swafoto) dan menemukan  35 ribu orang terlibat di dalamnya.




Orang-orang seperti kerasukan selfie. Kepopuleran selfie bahkan mampu menembus kamus oxford dan dinobatkan sebagai World of The Year pada 2013. Lalu, siapa sebenarnya pelaku utama selfie ini?

Adhari Donora (Ade), narasumber diskusi sastra Suku Seni menyebutkan bahwa selfie telah melewati masa demi masa. Foto pertama yang ditayangkan dalam slide persentasinya adalah foto seorang wanita. Disampaikan Ade bahwa foto tersebut milik putri kerajaan Rusia Anastasia yang diambil pada 1900. Anastasia mengambil foto dirinya sendiri dengan bantuan cermin. Saya pun telah membaca dalam sebuah artikel bahwa foto tersebut ditujukan untuk temannya. Foto itu disandingkan dengan sepucuk surat yang di dalamnya terdapat kalimat “tangan saya gemetar”.
Latar belakang selfie tak habis sampai di situ. Ade kemudian menunjuk foto seorang laki-laki. Konon, ia adalah seorang fotografer asal Philadelphia yang telah melakukan selfie pada 1839. Foto tersebut kemudian dimuseumkan dan diakui sebagai foto selfie pertama pada Library of America Serikat.

Hasil paparan Ade akhirnya  membantah klaim Paris Hilton yang saya baca di twitter. Dalam cuitan pada 2017, ia mencatut bahwa dirinyalah yang melakukan selfie pertama kali. Aktris berkebangsaan Amerika Serikat ini memamerkan foto dirinya tengah berpose dengan Britney Spears. "11 tahun yang lalu, aku dan Britney menemukan selfie," tulis Paris pada keterang foto yang diunggahnya.

Konon, selfie semakin populer dengan kemajuan teknologi dan kemudahan-kemudahan bermedia sosial. Tak bisa disangkal, media sosial berpengaruh besar dalam perkembangan tren selfie di dunia.

Bahkan kini selfie tak melulu hanya tentang memamerkan foto diri sendiri. Selfie telah bermetamorfosis menjadi ajang penyadartahuan beragam aksi. Selfie banyak digunakan sebagai penyampai pesan, seperti kampanye antirasisme, antikekerasan, dan masih banyak lagi.

Apakah selfie termasuk seni fotografi?

Ade tak menampik bahwa selfie merupakan bagian dari fotografi. Setiap foto yang diambil seseorang dengan menggunakan kamera adalah bagian dari fotografi tak terkecuali selfie. Selfie tidak akan bisa dilakukan dengan tanpa ada kamera, dan kamera smartphone tetap saja sebuah kamera meskipun bukan kelas DSLR atau Mirrorless. Lagipula, sebut Ade, inti dasar fotografi adalah kamera dan menghasilkan foto. Tidak pernah ditentukan obyekjnya harus pemandangan, bunga, atau bangunan. Fotografi memberikan kebebasan untuk memotret apa saja, termasuk diri sendiri.


Bedanya terletak pada konsep dan prinsip objek foto yang difoto. Fotografer menghasilkan karya lewat kemampuan dan keahlian. Sementara pelaku selfie hanya memamerkan dan memajang foto diri sendiri.

Tapi tenang, saya bukanlah seorang yang antiselfie, Sesekali saya juga mengunggah foto selfie terbaik di akun media sosial saya. Hanya saja, sebagai selfie-er saya tahu betul bahwa terlalu sering mengunggah foto selfie akan membuat muak banyak orang. (Fatma Kumala)



Fenomena Selfie dan Dunia Fotografi Hari Ini
4/ 5
Oleh