Jumat, 26 April 2019

Agama Sungai, Sebuah Pertunjukkan Seni Ekologi

Agama Sungai, Sebuah Pertunjukkan Seni Ekologi

Agama Sungai, Sebuah Pertunjukkan Seni Ekologi
Jumat, 26 April 2019



Proses latihan pertunjukan teater-puisi "Agama Sungai" karya/sutradara Marhalim Zaini dimulai di bulan April ini. Pertunjukan ini direncanakan akan dipentaskan pada akhir Juli mendatang, bertepatan dengan Hari Sungai Nasional. Para pemain dalam pertunjukan ini adalah anggota Suku Seni. Ada belasan pemain yang akan terlibat di antaranya Joni Hendri, Ajik Bahar, Adek Usman, Ace Pauzul Azmi, Faisal Amin, Berly Sattah, Puji, Denis, Annisa, Misra.

Menurut Marhalim, pertunjukan ini memang bersumber dari puisi-puisi karya Marhalim yang termuat di media massa nasional, terutama puisi-puisi yang bernafas ekologis.

Sebagaimana juga pertunjukan sebelumnya, "Dilanggar Tidak" dan "Hikayat Orang Laut" pertunjukan "Agama Sungai" juga akan bicara soal lingkungan terutama air. Sungai sebagai peradaban manusia yang sangat tua, akan kembali dieksplorasi dalam wacana kerusakan lingkungan yang terjadi pada masa kini.

Proses latihan bulan April ini, adalah proses awal penggalian teks-teks puisi, mendiskusikan berbagai pemahaman pemain dan tim tentang sejarah peradaban sungai, sampai pada bagaimana kemungkinan eskpresi estetikanya di atas panggung. Berikut proses tetap diawali dengan pengolahan dasar-dasar keaktoran.

Rumah Kreatif Suku Seni Riau akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang juga konsen dengan isu-isu lingkungan, tambah Marhalim, yang juga sebagai Kepala Suku Seni. Gerakan-gerakan kepedulian terhadap kerusakan lingkungan melalui ekspresi seni harus terus digalakkan, karena seni, menurut Marhalim, adalah media yang cukup efektif untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat.

Agama Sungai, Sebuah Pertunjukkan Seni Ekologi
4/ 5
Oleh