Minggu, 12 Mei 2019

44 Puisi Eko Ragil dalam “Asmaranaloka”

44 Puisi Eko Ragil dalam “Asmaranaloka”

44 Puisi Eko Ragil dalam “Asmaranaloka”
Minggu, 12 Mei 2019


Judul: Asmaranaloka
Pengarang: Eko Ragil Ar-Rahman
Genre: Kumpulan Sajak
Penerbit: Bebuku Publisher
Cetakan: Desember, 2016
Halaman: 90 halaman

    Eko Ragil Ar-Rahman adalah anggota Suku Seni angkatan pertama. Sebelum dia bergabung dengan Suku Seni ia telah menulis puisi. Karyanya cukup banyak tampil di media massa. Sejumlah puisi-puisi tersebut terhimpun dalam buku tunggalnya ini yang terbit di tahun 2016.

    Terdiri dari 44 karya puisi yang dibagi menjadi 2 bagian dan satu Epilog, “Asmaranaloka” merupakan usaha Eko Ragil Ar-Rahman dalam pencarian jalan puisi yang masih menjadi pertanyaan besar dalam dirinya. Beberapa puisi ini juga pernah dimuat di media cetak dan elektronik, hingga menerima Penghargaan Penulis Puisi Terpuji Anugerah Litera Award 2017.




    Dengan mengambil tiga kalimat yang menjadi judul di beberapa puisinya: Asmara, Marana, dan Loka. Eko Ragil memaparkan kepada pembaca bentuk puisi-puisi bertemakan Cinta, Kesedihan, dan sisi lain rasa sakit versinya sendiri. Sebagai orang baru dalam dunia puisi, Eko Ragil membuat langkah awal dalam menemukan ruh puisi di dalam tubuhnya: Kumpulan ironi dan jawaban atas pencarian panjang menuju masa dewasanya.

    Seperti halnya ungkapan Faisal Syahreza,Penyair yang mengisi kata penutup buku ini “Pada satu masa, Penyair Eko akan menemui puisi-puisinya sebagai sikap dan tingkah lakunya menuju pendewasaan. Hidup dengan pilihan berat; puisi. Juga berakibat dirinya menjadi sarang kecemasaan. Sasaran dari kegamangan. Kemenangan hanya tampak saat kekalahan sudah dirasakan lebih dari seribu kali menimpa dirinya.”

44 Puisi Eko Ragil dalam “Asmaranaloka”
4/ 5
Oleh