Kamis, 16 Mei 2019

Kerjasama dengan Balai Bahasa, Suku Seni Adakan Diskusi Buku “Siasat”

Kerjasama dengan Balai Bahasa, Suku Seni Adakan Diskusi Buku “Siasat”

Kerjasama dengan Balai Bahasa, Suku Seni Adakan Diskusi Buku “Siasat”
Kamis, 16 Mei 2019


Rumah Kreatif Suku Seni Riau menggelar acara Diskusi Sastra sekaligus bedah buku “Siasat” karya Marhalim Zaini, pada Rabu, 15 & 16 Mei 2019. Acara tersebut berlokasi di Area Taman Budaya Provinsi Riau dan dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari sejumlah komunitas literasi kampus, di antaranya dari Universitas Islam Riau, Universitas Riau, Universitas Abdurrab, dan sebagian besar dari kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Fakultas Ilmu Komunikasi dan Dakwah.

Acara ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan pihak Balai Bahasa Riau dalam rangka menyebarkan semangat literasi pada generasi milenial dan memberi dukungan komunitas-komunitas literasi di Riau untuk semakin giat menggerakkan dunia literasi. Sebagai narasumber dalam diskusi ini adalah Drs. Umar Solikhan, M.Hum, May Moon Nasution (sastrawan)  dan Marhalim Zaini (penulis buku).



Menurut Umar Solikhan, salah satu kerja kreatif yang sangat baik telah dicontohkan oleh Marhalim Zaini dengan menulis buku "Siasat" ini. Buku yang berisi esai-esai sastra ini, telah memperlihatkan kerja literasi itu cakupan bisa sangat luas dan harus dilakukan dengan intensif dan kreatif. Dan Marhalim telah mencontohkannya melalui kerja kreatif dalam dunia puisi dan dunia teater.  "Literasi harus terus digalakkan di dunia mahasiswa, tidak hanya dunia tulis-baca tapi juga soal literasi menerima informasi dan ilmu pengetahuan," ujar Umar.

Hal senada juga ditegaskan oleh May Moon. Dia merasa telah membaca tulisan-tulisan Marhalim sejak lama, karena dulu sampai sekarang dia adalah anggota Komunitas Paragraf, dan Marhalim sebagai salah satu pendiri. Tulisan Marhalim dalam "Siasat" menarik karena ditulis dengan keluasan wawasan memandang puisi sebagai sebuah dunia literasi yang mengasyikkan. Puisi menjadi pintu masuk untuk melihat teks juga sebagai konteks yang kompleks.

Marhalim Zaini, sebagai penulis buku menyebut, esai-esai dalam bukunya ini adalah kumpulan tulisan yang pernah tayang di Riau Pos dan Indopos Jakarta selama masa 2013-2015. Mengambil titik berangkat dari dunia puisi, ia mengaku hendak menerima berbagai kemungkinan entitas yang bisa saja "hidup" dalam puisi. Marhalim mengatakan memahami puisi adalah cara paling ampuh untuk melihat kekayaan teks sekaligus konteks, dan cara paling menantang dalam dunia literasi. Selain puisi, ada dunia teater. "Puisi dan teater bisa menjadi kendaraan untuk berselancar di dunia literasi yang makin hari, makin melesat" imbuh Marhalim.



Selaku kepala Suku Seni, Marhalim menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Balai Bahasa Riau yang memberikan dukungan, sehingga program ini terlaksana dengan meriah. Setidaknya ini kali kedua Balai Bahasa memberikan dukungannya, setelah sebelumnya di tahun 2018, Balai Bahasa juga memberi dukungan atas program pertunjukan "Dilanggar Todak."***

-Eko Ragil Ar-Rahman

Kerjasama dengan Balai Bahasa, Suku Seni Adakan Diskusi Buku “Siasat”
4/ 5
Oleh