Jumat, 10 Mei 2019

Puisi-puisi Joni Hendri Tentang Pohon

Puisi-puisi Joni Hendri Tentang Pohon

Puisi-puisi Joni Hendri Tentang Pohon
Jumat, 10 Mei 2019



Pohon Diri

Pada malam itu aku melihat orang-orang berlomba
Meninggikan pohon diri di hadapan anak-anak
Yang kini hanya tinggal daun gugur
Pada lembar-lembar sepi oleh kekuasaan
Secara halus membunuh diri sendiri
Mati dikutuk mimpi setiap hari

Pohon itu kini dikuliti separuh batang
Telanjang pada bagian pangkal
Seksinya membuat aku hanyut dan kesal
Oleh ungkapan-ungkapan tak berbekal

Selain tersiksa, pohon-pohon itu menjerit
Suaranya cukup memukau dan menggelikan
Tajam menikam telinga pada kata-kata
Pada malam itu aku hanya menumpang teduh.

29 April 2019



Pohon Nafsu

Pohon nafsu kian tegak terpacak
Membirahi tanah-tanah menjadikan bunga
Berharap iman kokoh pada batang hidup
Yang sebentar lagi redup
Nafsu membentang hingga mondar mandir
Dalam pikiranmu
Tidak pernah setia pada kesusahan orang miskin

Pohon nafsu kini tumbuh di tengah-tengah kita
Menggoncang periuk-periuk di dapur
Lalu menggantikan tempat tidur para bidari
Padahal mereka baru saja besar dan tumbuh
Kini terganggu oleh pohon-pohon itu

Pohon nafsu membiak di tepi-tepi laut
Di mana laut adalah kuala sungai panjang
Tempat bidadari bermain ombak kebahagiaan
Makin lama ia meninggalkan iman
Yang jauh di darat harap
Tempat kita berdiam dan senyap

Sampai tahun berapakah engkau bertahan puan
Pada pohon nafsu dalam kedukaan orang?

Mei, 2019



Pohon Iman

Ia memburu Tuhan yang tak pernah tidur
Degup-degup yang abadi
Seakan-akan pohon imannya tak pernah tumbang
Kekal dan teguh setiap hari
Padahal pohon itu semakin tua renta
Berharap hujan hidayah turun
bagai air mata dari langit

Setiap hari burung-burung berteduh di pohonnya
Berzikir dalam hati, itu pun ia tak pernah sudi
Alam menghempas diri menahan kemuakan
Air lebih tak sudi dihisap
Api tak mudah untuk melahap
Dan pohon iman hanya kokoh
dalam pandangan orang-orang

Bisik pohon iman dalam diri:
maafkan aku tuhan 
aku sering berpaling.

Mei, 2019


*Joni Hendri, Amd. Sn, adalah anggota angkatan pertama dan bendahara Suku Seni Riau. Lahir di Teluk Dalam, 1993. Menulis adalah salah satu bentuk ekspresi kegelisahannya selain dituangkan dalam teater dan pantomim.

Puisi-puisi Joni Hendri Tentang Pohon
4/ 5
Oleh