Kamis, 16 Mei 2019

Puisi-puisi Rindu karya Julisman

Puisi-puisi Rindu karya Julisman

Puisi-puisi Rindu karya Julisman
Kamis, 16 Mei 2019


Hanya Angka-angka

Sebelas tahun lalu
tak pernah lagi melihatmu
kini kau kembali
mendatangiku lagi

Aku tidak benar-benar tahu
siapa dirimu
apakah masih seperti dulu
apakah kau masih ingat padaku

Kini yang kau bayangkan
hanyalah angka-angka
dengan formula yang telah ditetapkan
hingga air matamu menetes di balik kaca mata

Pekanbaru, Januari 2016 



Seperti Pasir di Bibir Pantai

Hingga pukul dua dini hari
belum tercoret satu kata pun
untuk kukirimkan padamu
sebuah pesan singkat

Aku merindukan pesanmu
yang dikirim lewat email

Aku setia menunggumu
seperti pasir di bibir pantai
begitu sabar
menunggu ombak yang mengejarnya

Pekanbaru, Maret 2016 



Mencari Senja

Senja yang sering kau sebut-sebut
adalah waktu yang singkat
saat bunga yang akan kuncup
saat mentari kembali ke peraduan dan lenyap

Di saat senja yang kau sebut itu
aku ingin memberikan sebuah gambar
untuk ayahku
tapi aku belum bertemu senja hingga kini

Pekanbaru, Maret 2016 




Empat Daun Berjatuhan

Saat aku menyusuri jalan
dengan sepedaku
kuhitung-hitung ada empat lembar daun
turun melayang-layang

Daun pertama jatuh
karena kibasan tangan
awalnya kukira hanya satu daun yang lepas
dari dahannya

Daun kedua
dan ketiga jatuh bersamaan
selang beberapa detik saja
karena angin kibasan tangan

Tak beberapa langkah
setelah orang itu pergi
daun keempat jatuh sendiri
karena waktunya telah tiba untuk jatuh

Dan aku hanya melihatnya jatuh dari pohon itu
tak bisa menolongnya untuk kembali seperti semula

Pekanbaru, April 2016 




Inilah Ceritaku

Tak ada peristiwa
yang dapat kuceritakan padamu
karena saat aku bercerita
kau juga tak mendengarkanku

Kau hanya tahu cerita tentangmu saja
dan tak ingin tahu cerita tentangku

Aku ingin bercerita dengan menulis kata-kata
lewat puisi saja
saat sedih saat gembira
saat di rumah saat di jalan raya

Pekanbaru, 18 Mei 2016 



*Julisman, lahir di Pekanbaru 15 Juli 1985. Alumnus Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Riau. Semasa di kampus, pernah mengelola Media Mahasiswa AKLaMASI. Menyukai dan membaca buku-buku sastra sejak kuliah, dengan terus belajar menulis puisi, cerpen. Kini ia aktif di Rumah Kreatif Suku Seni Riau.

Puisi-puisi Rindu karya Julisman
4/ 5
Oleh