Kamis, 05 September 2019

Marhalim Ditunjuk Direktorat Kesenian sebagai Periset dalam PTN 2019

Marhalim Ditunjuk Direktorat Kesenian sebagai Periset dalam PTN 2019

Marhalim Ditunjuk Direktorat Kesenian sebagai Periset dalam PTN 2019
Kamis, 05 September 2019



SELAMA sepekan (19 – 25 Agustus 2019), Marhalim Zaini (Kepala Suku Seni) turun ke lapangan untuk melakukan riset terhadap keberadaan teater tradisional Dalupa di Suak Trieng, Woyla, Aceh Barat, Provinsi Aceh. Riset ini adalah bagian dari kegiatan Pekan Teater Nasional 2019, yang akan diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan Timur, akhir September mendatang.

Marhalim Zaini ditunjuk oleh Direktorat Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui kurator Afrizal Malna, Dindon WS, dan Benny Johanes. Selain Marhalim, 5 periset lainnya juga ditunjuk dan diminta untuk melakukan riset ke sejumlah daerah di Indonesia, seperti ke Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Madura, dan Papua.

Teater tradisi dari sejumlah daerah tersebut akan dipentaskan pada Pekan Teater Nasional di Kalimantan Timur. Selain Dalupa (Aceh), ada Belian (Dayak), Ubrug (Sunda), Wayang Orang (Madura), Kondobuleng (Bugis), Sarandaro (Papua). Pertunjukan teater tradisi ini bagian dari platform yang diberi nama “Kanon Tradisi” menyusul dua praltform lain yang juga akan tampil di Kaltim, yakni “Post Tradisi” dan “Teater Riset.”

Marhalim Zaini, menyebut, ia mewakili wilayah Sumatera, ditunjuk sebagai periset dan pendamping teater tradisi Dalupa (Aceh). “Saya senang, karena diberi kepercayaan. Dan saya juga senang bisa dapat belajar lebih banyak tentang teater tradisi di Sumatera, khususnya Aceh. Selama sepekan saya bergaul dengan pekerja seni Dalupa di Woyla, Aceh Barat, dan mendapatkan banyak informasi, pengetahuan dan pengalaman baru, juga keluarga baru. Ya terasa seperti residensi juga. Rencana saya, hasil riset ini akan saya teruskan dengan menulis buku, tentu dengan sejumlah proses pengumpulan data tambahan,” ujar Marhalim.

Selama di Woyla, Marhalim menyaksikan latihan teater Dalupa oleh Sanggar Seni Datuk Rimba, yang didirikan oleh Pak Hanafiah dan Pak Husaini. Kelompok yang telah mulai bergerak sejak tahun  1980-an ini, akan menurunkan 15 pemain untuk mendukung pertunjukan ini di Samarinda. “kami sangat senang, bisa tampil di luar Aceh, karena ini pengalaman pertama. Dan bisa menunjukkan salah satu budaya Aceh,” ujar Pak Hanafiah, yang juga bertindak sebagai sutradara. ***



Marhalim Ditunjuk Direktorat Kesenian sebagai Periset dalam PTN 2019
4/ 5
Oleh