Minggu, 29 September 2019

Suku Seni Pentaskan “Aprahata” pada Acara Mapala UIR Expo IV

Suku Seni Pentaskan “Aprahata” pada Acara Mapala UIR Expo IV

Suku Seni Pentaskan “Aprahata” pada  Acara Mapala UIR Expo IV
Minggu, 29 September 2019


SABTU malam (28 September 2019) Rumah Kreatif Suku Seni Riau mementaskan pertunjukan berjudul “Aprahata” karya/sutradara Ajik Bahar pada acara Mapala UIR Expo IV. Bertempat di halaman Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Riau, kegiatan ini dihadiri oleh pegiat dan pencinta lingkungan dari berbagai komunitas pencinta alam. Suku Seni hadir membawa karya bertema lingkungan sebagai salah satu bentuk kepedulian Suku Seni terhadap berbagai kerusakan lingkungan.


Apa itu “Aprahata”? Menurut Ajik Bahar, kata ini diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “Tak Terhingga”. Ajik menjabarkan bahwa kata ini diambil sebagai spirit tentang bagaimana pentingnya alam bagi kehidupan manusia. Ajik ingin menegaskan bahwa peran alam bagi mansuia itu bahkan “tak terhingga” sehingga manusia harus menjaganya seperti ia menjaga dirinya sendiri.

Dimainkan oleh tiga anggota Suku Seni, Adek Feisal Usman, Denisa Indiani, dan Faisal Amin. Pertunjukan lebih mengeksplorasi gerak tubuh sebagai pusat ekspresi dengan menggunakan sejumlah properti seperti plastik dan kayu. Dialog-dialog muncul sebagai penguatan ekspresi yang mengartikulasikan tentang kondisi lingkungan hari ini.

Marhalim Zaini, Kepala Suku Seni menyebut, ini adalah pertunjukan yang disajikan untuk mendukung kawan-kawan Mapala, para pegiat lingkungan, dalam bentuk ekspresi seni. “Kerjasama harus terus dilakukan tidak semata dengan komunitas seni, tapi harus lebih luas lagi, dengan berbagai komunitas non-seni yang konsen dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Marhalim.***

Suku Seni Pentaskan “Aprahata” pada Acara Mapala UIR Expo IV
4/ 5
Oleh