Kamis, 17 Oktober 2019

Diskusi Seni #18 Angkat Tema Musik Ekologi

Diskusi Seni #18 Angkat Tema Musik Ekologi

Diskusi Seni #18 Angkat Tema Musik Ekologi
Kamis, 17 Oktober 2019


DISKUSI bulanan Rumah Kreatif Suku Seni Riau kembali hadir, pada Sabtu, 19 Oktober 2019. Kali ini diskusi mengangkat tentang musik ekologi dan proses kreatif penciptaan musik berjudul “Meratus” karya Rusmansyah (dari Jogja), yang diproduksi oleh Forest Wacth Indonesia. Diskusi akan digelar mulai pukul 20.00 WIB sampai selesai, bertempat di Rumah Suku, dimoderatori oleh Ajik Bahar.

Sebagaimana dijelaskan oleh Rusmansyah, bahwa musik yang digarap ini inspirasinya bersumber dari kepedulian terhadap lingkungan yang berada di pegunungan Meratus, di Tenggara pulau Kalimantan.  Pegunungan ini membentang sepanjang 600 km dari arah Baratdaya-Timurlaut dan membelok ke arah utara hingga perbatasan provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, yang merupakan paru-paru hutan tropis terakhir yang perlu diselamatkan.

Belakangan Meratus diincar oleh perusahan-perusahaan batu bara untuk melakukan penambangan. Para aktivis llingkungan kemudian terus “berteriak” termasuk juga melalui ekpresi seni musik, salah satunya yang diproduksi oleh Forest Wacth Indonesia ini. Selain soal tematik, diskusi juga akan membahas seputar proses kreatif penciptaan musik.

Marhalim Zaini, kepala Suku Seni menyebut bahwa secara kebetulan Rusmansyah sedang “nyanggar” di Rumah Suku selama beberapa hari ini. Suku Seni menyambut baik, kawan-kawan seniman yang singgah di Rumah Suku, apalagi untuk berbagi. Dan karena Suku Seni juga tengah konsen bergerak dalam seni ekologi, maka karya “Meratus” harus di-share dan didiskusikan. “Salah satu tujuannya agar seni ekologi, menjadi arus utama dalam penciptaan seni di Indonesia dan berkontribusi dalam konservasi lingkungan,” tambah Marhalim, yang baru saja menyampaikan makalahnya tentang “Sastra, Manusia, Lingkungan” dalam forum Seminar Internasional Sastra Indonesia di Bali.***


Diskusi Seni #18 Angkat Tema Musik Ekologi
4/ 5
Oleh