Senin, 08 Juni 2020

Puisi-puisi Dion R. Prasetiawan

Puisi-puisi Dion R. Prasetiawan

Puisi-puisi Dion R. Prasetiawan
Senin, 08 Juni 2020



DEWI CINTAKU

Tanah abu ini telah mekar
rapsody yang permai
Dewi Eros tersenyum dan tengah memelukku
selepas ia menembakkan anak panahnya
ke arah lubang hitam kosmis
tak berujung di hatiku
hamparan ladang malapetaka kini telah sirna
ia raib bersama derita yang terang berkilau
demikianlah Hypatia
telah meramalkannya padaku




MAGHRIB TIBA SAAT HUJAN

Salam kepada surya yang padam
Hujan telah menyapu senja
Bersama badai laut, gema angin
Dan buncahan ombak yang berdoa
Semoga silauan dosa
Di ufuk temaram segera sirna




DI BAWAH ADA KEBENARAN

Kami risau, Ananda
Kami dengar dikau berdusta pada langit
Berhentilah memilin kenaifan
dan membelit kemunafikan

Wahai ananda, tenggelamlah bersama kami                                                                                 
Di sini kami begitu mengendap pada sunyi
Senantiasa gelap, siang dan malam
Sebab di sini tiada warna kehidupan

Tentu akan kau temukan di daratan
di palung samudera ini
sebuah kebenaran




SYEKH BAHAR

Langit biru menguning
Matahari menjulang rendah
Petang telah sampai
Pohon-pohon menyampaikan pesan
Bahwa Syekh Bahar telah datang
Tersaruk-saruk meringkik dera
Sakit pada renta
Menyisir tepian sungai
Yang gemerciknya menderit deras
Lalang-lalang mengiring perjalanannya
Syekh bahar telah terusir
dari tanah kampungnya
Tanah air yang telah ia besarkan
Seorang tabib cendikia penasihat kerajaan
Sultan telah langgar sumpahnya
dan mengusirnya.

Sungguh akan kami terima petuahmu
Ampuni tanah air ini.



Dion Rahmat Prasetiawan, lahir di Pekanbaru, 28 Agustus 1997. Anggota Suku Seni angkatan IV ini rajin membaca buku dan terus belajar menulis sastra.






Puisi-puisi Dion R. Prasetiawan
4/ 5
Oleh