Sabtu, 25 Juli 2020

Puisi-puisi Barokatus Jeh (Indramayu)

Puisi-puisi Barokatus Jeh (Indramayu)

Puisi-puisi Barokatus Jeh (Indramayu)
Sabtu, 25 Juli 2020


Percakapan dalam Lemari

di dalam lemari kau menyimpan percakapan-percakapan
yang aromanya masih menyimpan tanda tanya

kau selalu bercerita pada lemari tentang keadaanmu hingga hari ini
dan kau menekuri sunyi yang diam-diam membuatmu sakit kepala

dan kau tidur di sana selamanya

Ponorogo, 2020



Latihan Menulis

pada jam satu siang kau tak bisa tidur
sebab puisi telah memenuhi kepalamu
dan kau bingung dengan sebuah percakapan panjang dalam otakmu

bahwa katanya jika kau ingin bisa menulis, maka kau harus menulis
kau tak perlu mikir berat tentang tulisanmu
apa saja bisa kau tulis
semua orang bisa menulis
dan kau salah satunya

sebelum kau benar-benar menulis
ngantuk telah menyergap matamu
kau tak jadi menulis hanya berpikir apa yang ditulis
dan untuk selamanya kau tetap latihan menulis

dalam mimpi indahmu

Ponorogo, 2020




Puisi dalam Kepalamu

apa-apa telah menjadi puisi dalam keseharianmu
hendak makan bulir-bulir nasi dan lauk-pauk menjadi hidangan paling lezat untuk menyantap kata-kata
akan melakukan ibadah tidur diksi-diksi menyergap penglihatanmu dan
kau terbuai bersama huruf-huruf semu hingga mimpi indah
mau rebahan kau juga memikirkan puisi yang belum juga lancar dibicarakan
bahkan mandi pun puisi telah menjelma menjadi aliran air yang segar menyelimuti tubuhmu

sebab puisi telah mendoktrin kepalamu untuk mengingatnya

jadi masihkah kepalamu penuh dengan puisi

Ponorogo, 2020



Latihan

semua butuh dilatih
barangkali mengeja namamu dalam sunyi-sunyi malam hanya ada aku dan Tuhan
menekuri cita-cita yang masih maju-mundur dalam kepala
menulis puisi dengan sebenar-benar puisi
membaca alam dengan telanjang tanpa menghakimi
melipat jarak yang membuatmu sekarat dan berat
serta latihan-latihan lainnya

sebab semuanya perlu latihan

Ponorogo, 2020



Barokatus Jeh atau biasa dipanggil Barjeh. Lahir di Indramayu, 27 November. Karyanya terhimpung dalam antologi bersama puisi dan cerpen Candhuk Badra (2018), Jazirah 2 Segara Sakti Rantau Bertuah (2019), Mudik ke Rahim Ibu, puisi Pilihan Lomba Menulis Puisi 2019 Indramayu (2019), Lelaki yang Mendaki Langit Pasaman Rebah ke Pangkuan, Pasaman dalam Puisi Penyair Nusantara (2019). Serta dimuat di sejumlah media antar lain Ruangkabapesisir, Bias.puisi, Puisipedia, Purapurapenyair, Travesia.co, linkkoe my id, Rembukan.com dan Medan Pos.

Puisi-puisi Barokatus Jeh (Indramayu)
4/ 5
Oleh

1 Comments: