Rabu, 15 Juli 2020

Puisi-puisi Uzi Fauzi (Cianjur)

Puisi-puisi Uzi Fauzi (Cianjur)

Puisi-puisi Uzi Fauzi (Cianjur)
Rabu, 15 Juli 2020


Sore di Bulan Kemarau II

Pada dahan pohon
lapuk yang berbau lumut
suara siur ditiup angin
ke tembok-tembok
kamar tuaku
cahaya yang menembus langit
seringkali singgah ke sana
untuk membakar dosa-dosa
yang aku gantung pada paku-paku.

Cianjur
, 2019


Burung yang Hinggap Setiap Malam

Semenjak senja memupuk puisi,
langit malam selalu dipenuhi burung-

Burung yang tercipta dari lipatan kertas
dipenuhi dengan tulisan percintaan.
Kesepian. Mereka selalu mengintai
orang-orang yang takut pada kesepian.

Sebab kesepian itu kejam.

Sebab kesepian itu dingin.
Dingin yang selalu membekas
pada ranting,

pada goresan sayap kabut
di bawah bulan yang redup

Mengambang di udara. Di halaman,
Di atas pohon yang kering,
seekor burung hinggap
seperti mengintai diriku.

Cianjur
, 2020


Daun yang Jatuh

Daun yang jatuh
Pada hari itu
Tuhan sedang bermain
bersama musim.

Dibantu embus angin
Tuhan menidurkannya
Di atas bumi.

Daun yang jatuh itu
Mengering dan membusuk,
Juga menjadi kenangan bagi
pohon, tempat ia tinggal dulu.

Tuhan memang bermain tapi tidak main-main. Dia membantu,
Daun itu hidup dengan bentuk yang lain.

Cianjur
, 2020



Mixtuznavia

Mixtuznavia, kuberitahu kamu.
Burungmu meninggalkan celanamu
Terbang mencari sarang baru
Mencari obat untuk lubang
Nafsu yang terbuka.

Burungku sayang, burungku malang
Kamu pergi dan menghilang
Ke siapa lagi aku akan
Memberikan segala ruhku.
Matilah kamu! Mati dengan segala
nikmatmu

Oh, burung Mixtuznavia dari gua-gua
yang penuh keberanian berahi,
Ia telah dilahirkan kembali
Dari serakan abu di sebuah gunung batu.

Cianjur
, 2019


Uzi Fauzi, lahir di Cianjur, 5 Mei 1999. Puisinya pernah dimuat di Biem.co, kataberita, dan Travesia.


Puisi-puisi Uzi Fauzi (Cianjur)
4/ 5
Oleh